top of page
Pemuda dalam Terapi

KESEHATAN REPRODUKSI

      Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan system reproduksi serta fungsi dan prosesnya.

ALAT REPRODUKSI

Cuplikan layar 2025-03-09 223711.png

LAKI-LAKI

  • Zakar (penis)

  • Buah zakar (testis)

  • Saluran zakar (uretra)

  • Skrotum

  • Sel sperma (vas deferens)

  • Kelenjar prostat

  • Bladder (kandung kencing)

Cuplikan layar 2025-03-09 223722.png

PEREMPUAN

  • Bibir luar dan labia minora

  • Kelentit (clitoris)

  • Lubang vagina

  • Rambut kemaluan (mons veneris)

  • Vagina

  • Mulut rahim (cervix)

  • Rahim (uterus)

  • Sal telur (tuba fallopi )

  • Indung telur (ovarium)

SEKS BEBAS

      Yaitu hubungan seksual yang dilakukan tanpa komitmen pernikahan atau hubungan yang sah, dan sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan tanggung jawab atau risiko yang mungkin timbul

DAMPAK SEKS BEBAS

1. Kehamilan tidak diinginkan (KTD)

DAMPAK FISIK

Ibu hamil berisiko mengalami status kesehatan fisik yang rendah akibat kurangnya nutrisi, sistem imun yang lemah, serta kelelahan berlebih. Selain itu, perdarahan dapat terjadi akibat keguguran, plasenta previa, atau solusio plasenta yang mengancam nyawa. Komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan infeksi juga lebih sering terjadi pada kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan bermasalah seperti persalinan prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), serta risiko cacat lahir juga menjadi ancaman serius yang dapat berdampak jangka panjang bagi ibu dan bayi.

DAMPAK PSIKOLOGIS

Rasa tidak percaya diri sering muncul karena ketakutan akan stigma sosial, perubahan fisik, serta ketidaksiapan dalam menghadapi tanggung jawab sebagai orang tua. Stres juga menjadi masalah utama, terutama akibat tekanan dari keluarga, lingkungan, dan ketidakpastian masa depan, yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik ibu. Selain itu, perasaan malu sering kali menghantui ibu hamil yang belum menikah, menyebabkan isolasi sosial, depresi, bahkan keinginan untuk menyembunyikan kehamilan, yang berisiko membahayakan kesehatan ibu dan janin.

DAMPAK SOSIAL

prestasi sekolah menurun atau drop out, karena sulit membagi waktu antara kehamilan dan belajar. Ibu hamil juga berisiko ditolak atau diusir oleh keluarga, kehilangan dukungan emosional dan finansial. Selain itu, pengucilan dari masyarakat dapat membuatnya merasa terisolasi. Akibatnya, tingkat ketergantungan keuangan meningkat, yang bisa berujung pada kemiskinan dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

DAMPAK PADA ANAK YANG LAHIR

Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dapat berdampak serius pada anak yang dilahirkan. Anak yang lahir dari kehamilan yang tidak direncanakan seringkali menghadapi status kesehatan yang rendah, seperti berat badan lahir rendah (BBLR) yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan jangka panjang. Selain itu, karena ibu yang hamil mungkin tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup atau perawatan prenatal yang memadai, anak tersebut bisa mengalami keterlambatan dalam perkembangan intelektual. Hal ini bisa mempengaruhi kemampuan belajar dan tumbuh kembangnya secara optimal. Selain masalah kesehatan dan perkembangan, anak juga berisiko menghadapi masalah sosial lainnya, seperti stigma sosial akibat status kehamilan ibunya, pengucilan dari teman sebaya, dan kesulitan mengakses pendidikan atau perawatan yang layak. Semua faktor ini dapat memengaruhi kualitas hidup anak, yang berpotensi berlanjut hingga masa dewasa.

2. KTD menyebabkan aborsi pada remaja

DAMPAK FISIK

Aborsi yang dilakukan oleh tenaga medis yang tidak terlatih dapat menyebabkan berbagai komplikasi fisik yang serius, seperti perdarahan hebat, infeksi, serta cedera pada rahim atau organ reproduksi lainnya. Selain itu, risiko perforasi rahim atau kerusakan organ dalam juga meningkat, yang dapat berujung pada fertilitas yang terganggu atau bahkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Aborsi yang tidak aman juga bisa menyebabkan sepsis, yaitu infeksi parah yang menyebar ke seluruh tubuh dan berpotensi fatal.

DAMPAK SOSIAL

Secara sosial, perempuan yang melakukan aborsi akibat Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) sering mengalami stigma dan pengucilan dari masyarakat, keluarga, atau teman-teman. Hal ini dapat menyebabkan isolasi sosial, memperburuk rasa malu, dan meningkatkan tekanan emosional, yang berisiko menambah depresi dan kecemasan.

bottom of page